Edukasi Kandungan Kimia Purun Danau Bahan Kerajinan di Desa Lubuk Kertang

Authors

  • Ridwanti Batubara Kehutanan, Universitas Sumatera Utara
  • Mimi Nurminah Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Sumatera Utara
  • Oding Affandi Kehutanan, Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i3.303

Keywords:

purun danau, edukasi, kandungan kimia

Abstract

Purun danau (Lepironia articulata) digunakan masyarakat di Lubuk Kertang sebagai bahan baku kerajinan. Pengetahuan ilmiah tentang purun danau bagi pengrajin perlu ditingkatkan, salah satunya adalah melalui edukasi. Kegiatan PPM yang dilakukan bertujuan untuk edukasi potensi purun danau dari aspek kimia. Metode kegiatan ada 2 yaitu kegiatan edukasi dan pengujian kandungan kimia purun yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajianan. Pengujian kandungan kimia dan unsur yang terkandung di dalam purun danau dilakukan di laboratorium. Metode pengujian kandungan kimia yang dilakukan mengacu pada TAPPI Standart dan ASTM. Sedangkan kegiatan edukasi dilakukan kepada kelompok pengrajin dengan melalui program sosialisasi hasil pengujian kandungan kimia purun danau. Hasil penelitian kandungan kimia purun danau yang disosialisasikan ke kelompok pengrajin adalah bahwa kandungan zat ekstraktif batang dan daun serta akar untuk yang terlarut dalam air dingin, dan air panas termasuk kategori rendah, zat ekstraktif yang terlarut dalam NaOH 1% dan ethanol-benzene (1;1, v/v) termasuk kategori tinggi dan sedang. Kandungan holoselulosa dan α-selulosa batang dan daun serta akar termasuk kategori tinggi dan kandungan lignin termasuk kategori sedang untuk batang dan daun serta kategori tinggi untuk akar. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa purun danau khususnya selulosanya sangat tinggi, dapat dikembangkan sebagai sumber serat alternatif. Dengan kegiatan edukasi ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan pengrajin tentang purun danau, hal ini disimpulkan dari hasil kuisioner setelah edukasi bahwa peserta pelatihan mendapatkan penambahan pengetahuan tentang purun khususnya kandungan kimianya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2000). Vademecum Kehutanan Indonesia. Sebuah panduan singkat bagi para rimbawan dan siapa saja yang memerlukan informasi tentang hutan dan kehutanan Indonesia. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

ASTM. (2002). Annual Book of ASTM Standards. Section Four Construction Volume 04.10 Wood. Baltimore.

Batubara, R., M. Nurminah, dan Surjanto. (2020). Analisis dan pengembangan usaha produk kerajianan purun di desa lubuk kertang. TALENTA Conference Series: Agriculturan & Natural Resource (ANR), Vol. 3 No. 2 hal 88-91.

Belami, I. Y. (2014). Pemanfaatan purun tikus (Eleocharis dulcis) untuk menurunkan kadar merkuri (HG) pada air bekas penambangan emas rakyat. Jurnal Biologi: pp: 1-16. http://e-journal.uajy.ac.id/id/eprint/5383

Harsono, D. (2013). Sifat fisis dan mekanis purun bajang sebagai substitusi purun danau dan purun tikus. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, Vol.5, No.2, hal 45 – 50.

Mulyadi. (2019). Isolasi dan karakterisasi selulosa : review. Jurnal Saintika UNPAM. Vol. 1 No. 2 : 177 – 182.

Sjostrom, E. (1995). Kimia Kayu : Dasar-dasar dan Penggunaan. Edisi 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press..

Sokanandi, A. G. Pari, D. Setiawan dan Saepuloh. (2014). Chemical component of ten planted less known wood species : possibility as bioethanol raw materials. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32 No. 3 : 209-220.

Technical Association of Pulp and Paper Industries (TAPPI). (1996). TAPPI Test methods. Atlanta: TAPPI Press.

Downloads

Published

2021-06-07

How to Cite

Batubara, R., Nurminah, M., & Affandi, O. (2021). Edukasi Kandungan Kimia Purun Danau Bahan Kerajinan di Desa Lubuk Kertang. Jurnal Abdidas, 2(3), 483-489. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i3.303