Penerapan Teknologi Sanitasi Air Bersih dan Pemulihan Lingkungan Pascabencana di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar

Authors

  • Mellia Fransiska Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
  • Evi Susanti Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Fauzi Ashra Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Lady Wizia Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Yuhendri Putra Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Diana Fanti Sukma Perdana Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Indrie Aulia Rifni Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Ega Aprisia Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Dina Ediana Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Rini Suryanti Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi
  • Meutia Askina Universitas Prima Nusantara, Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i2.1325

Keywords:

Air Bersih, Bencana, Pemulihan, Pemberdayaan, Pengabdian Masyarakat, Teknologi Sanitasi

Abstract

Kenagarian Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan berada pada jalur aliran sungai dan dataran rendah yang secara historis sering terdampak galodo. Berdasarkan laporan dan pendataan awal BPBD Tanah Datar, galodo berdampak pada ±850–900 kepala keluarga atau ±3.200–3.500 jiwa di Kecamatan Batipuh Selatan. Sekitar 35–40% rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat, sementara infrastruktur lingkungan seperti saluran air, sumur gali, dan jaringan air bersih mengalami kerusakan dan pencemaran akibat lumpur serta material banjir. Tujuan kegiatan: menerapan Teknologi Sanitasi Air Bersih. Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kelompok masyarakat nonproduktif secara ekonomi melalui peningkatan aspek manajemen dan sosial kemasyarakatan, serta penerapan teknologi sanitasi air bersih dan pemulihan lingkungan yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dibagi ke dalam dua kelompok mitra, yaitu Mitra 1: Satgas Bencana dan Mitra 2: Linmas. Tahapan pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pendekatan partisipatif dan kolaboratif, penerapan tekonologi dan inovasi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan: identifikasi permasalahan melalui pengumpulan data primer dan dilanjutkan dengan MMD untuk menentukan prioritas, akar penyebab, dan intervensi. Berdasarkan MMD, solusi yang berikan adalah pelatihan manajemen sanitasi air bersih, penyusunan SOP pemeliharaan dan pengawasan tandon air bersih, pemasangan tandon air bersih, penyusunan peta distribusi titik air bersih, dan evaluasi kegiatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aitsi-Selmi, A., Egawa, S., Sasaki, H., Wannous, C., & Murray, V. (2015a). The Sendai Framework For Disaster Risk Reduction: Renewing The Global Commitment To People’s Resilience, Health, And Well-Being. International Journal Of Disaster Risk Science, 6(2), 164–176. Doi: 10.1007/S13753-015-0050-9

Brikké, F. , & B. M. (2003). Linking Technology Choice With Operation And Maintenance In The Context Of Community Water Supply. WHO.

Carter, R., C., T. S. F., & Howsam, P. (2010). The Impact And Sustainability Of Community Water Supply And Sanitation Programmes. Journal Of Water And Health, 8(1), 1–15.

Cronk, R., & Bartram, J. (2017). Factors Influencing Water System Functionality In Nigeria And Tanzania: A Regression And Bayesian Network Analysis. Environmental Science & Technology, 51(19), 11336–11345. Doi: 10.1021/Acs.Est.7b03287

Fatria, E., Priadi, A., Suwandi SN, F. R., Ashra, F., Boytoleny, S. P., & Sunarti, S. (2024). Edukasi Mengenai Penyakit Berbasis Lingkungan Sebagai Dampak Bencana Perubahan Iklim. Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi, 3(2), 93–105. Doi: 10.37905/Ljpmt.V3i2.26548

Fransiska, Mellia. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Batipuh 1 Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar Tahun 2012. Universitas Andalas. Http://Scholar.Unand.Ac.Id/Id/Eprint/511543.

Gusneli, R., Erian Fatria, Mellia Fransiska, & Asrul Fahmi. (2025). Hubungan Pengetahuan Tentang Sanitasi Makanan Dan Minuman Dengan Personal Hygiene Pedagang Pasar Kuliner Kota Padang Panjang Tahun 2025. Jurnal Sains Boga, 8(2), 91–98. Doi: 10.21009/JSB.008.2.05

Harvey, P. A., & Reed, R. A. (2007). Community-Managed Water Supplies In Africa: Sustainable Or Dispensable? Community Development Journal, 42(3), 365–378. Retrieved From Http://Www.Jstor.Org/Stable/44259060

Howard, G., Calow, R., Macdonald, A., & Bartram, J. (2016). Climate Change And Water And Sanitation: Likely Impacts And Emerging Trends For Action. Annual Review Of Environment And Resources, 41(Volume 41, 2016), 253–276. Doi: Https://Doi.Org/10.1146/Annurev-Environ-110615-085856

Lin, L. (2011). Governance And Complexity In Water Management: Creating Cooperation Through Boundary Spanning Strategies. Journal Of Environmental Policy & Planning, 13(3), 324–326. Doi: 10.1080/1523908X.2011.603199

Marks, S. J., & Davis, J. (2012). Does User Participation Lead To Sense Of Ownership For Rural Water Systems? Evidence From Kenya. World Development, 40(8), 1569–1576. Doi: Https://Doi.Org/10.1016/J.Worlddev.2012.03.011

Opryszko MC, G. Y. M. D. L. M. L. (2020). Community-Based Water Treatment In Low-Income Countries: A Review. Environ Sci Water Res Technol, 6, 1–15.

Prokopy, L. S. (2005). The Relationship Between Participation And Project Outcomes: Evidence From Rural Water Supply Projects In India. World Development, 33(11), 1801–1819. Doi: Https://Doi.Org/10.1016/J.Worlddev.2005.07.002

Shaw, R. (2012). Chapter 1 Overview Of Community-Based Disaster Risk Reduction. In R. Shaw (Ed.), Community-Based Disaster Risk Reduction. Bingley: Emerald Group Publishing Limited., 10, 3–17.

Smits S, L. H. (2015). Sustainable Rural Water Services: Beyond Infrastructure. Waterlines, 34(1), 5–18.

Sphere Association. (2018). The Sphere Handbook 2018 Edition. Geneva: Sphere Association.

Sustainable Development Goals (Sdgs). Target Tahun 2030. 2017 Dalam Https://Www.Sdg2030indonesia.Org/. (N.D.).

Tanah Datar. (2025a). Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Situation Report (Sitrep) Banjir, Banjir Bandang, Longsor Dan Angin Kencang Di Kab. Tanah Datar.

Tanah Datar. (2025b). Pemerintah Daerah Tanah Datar. Rencana Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor Dan Angin Kencang.

United Nations Office For Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2017). Words Into Action Guidelines: National Disaster Risk Assessment. Geneva: .

Whittington, D., Davis, J., Prokopy, L., Komives, K., Thorsten, R., Lukacs, H., Bakalian, A., Wakeman, W., & Edu, D. (2008). How Well Is The Demand-Driven, Community Management Model For Rural Water Supply Systems Doing? Evidence From Bolivia, Peru, And Ghana. Creating And Sharing Knowledge To Help End Poverty. Retrieved From Http://Ssrn.Com/Abstract=1265532www.Manchester.Ac.Uk/Bwpielectroniccopyavailableat:Https://Ssrn.Com/Abstract=1265532

World Health Organization. (2017). Guidelines For Drinking-Water Quality. Geneva.

Downloads

Published

2026-04-07

How to Cite

Fransiska, M. ., Susanti, E., Ashra, F. ., Wizia, L., Putra, Y., Perdana, D. F. S., Rifni, I. A. ., Aprisia, E., Ediana, D., Suryanti, R. ., & Askina, M. (2026). Penerapan Teknologi Sanitasi Air Bersih dan Pemulihan Lingkungan Pascabencana di Nagari Guguak Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Abdidas, 7(2), 189 - 200. https://doi.org/10.31004/abdidas.v7i2.1325

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)