Agrowisata Berkelanjutan Dengan Konsep Pentahelix untuk Mendukung Kegiatan Sustainable Development Goals (SDGs)

Authors

  • Albert Kurniawan Purnomo Universitas Nurtanio Bandung
  • Lies Banowati Universitas Nurtanio Bandung
  • Endang Susilawati Universitas Nurtanio Bandung
  • Budi Mulyati Universitas Nurtanio Bandung
  • Desta Dwinanda Universitas Nurtanio Bandung
  • Moses Marconito Benito B Universitas Nurtanio Bandung
  • Kms Rizki Febrian H Universitas Nurtanio Bandung
  • Damar Nurraga Universitas Nurtanio Bandung
  • Gidion Hamonangan Hutapea Universitas Nurtanio Bandung
  • Rita Margaretha Universitas Nurtanio Bandung
  • Utari Kartika Sari Universitas Nurtanio Bandung
  • Anita Theresia Dwitasari Universitas Nurtanio Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/abdidas.v6i3.1168

Keywords:

SDGs, Agrowisata, Pentahelix, Berkelanjutan, Akademisi

Abstract

Agrowisata merupakan bentuk pariwisata yang menggabungkan aktivitas pertanian dengan aspek wisata, sehingga tidak hanya menyuguhkan rekreasi tetapi juga edukasi dan pelestarian budaya agraris. Di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, agrowisata memiliki potensi besar karena kekayaan sumber daya alam dan keragaman budaya pertanian lokal. Agrowisata berperan dalam meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat serta sebagai media penyebaran nilai kearifan lokal dan pelestarian lingkungan.Dalam rangka mendukung Program SDGS (Sustainable Development Goals), pihak akademisi Universitas Nurtanio Bandung, melakukan sosialiasi strategi agrowisata berkelanjutan di Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan melalui adaptasi model Penta-helix. Tujuan utamanya adalah mendukung pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pendekatan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program CSR juga menjadi pendorong utama untuk mempercepat pariwisata desa berkelanjutan di Kertawangi, dengan lokasi wisata Big Farmer. Penta-helix merupakan model yang didasarkan pada lima jenis pemangku kepentingan: sektor swasta, pemerintah, penduduk lokal, akademisi, dan media. Keterlibatan kelima sektor tersebut merupakan suatu kewajiban agar dampak ekonominya diikuti oleh keberlanjutan. Artikel ini menekankan pengabdian dan layanan sosial di bidang akademis serta Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) oleh Universitas sebagai faktor pelengkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada sosialisasi dan kolaborasi pelaksanaan model Pentahelix dalam pengembangan agrowisata berkelanjutan di Desa Kertawangi, Kabupaten Bandung Barat. Metode pengumpulan data meliputi studi dokumentasi dari berbagai stakeholder yang terlibat, yaitu pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat lokal, dan media. Pengembangan agrowisata berkelanjutan dengan model Pentahelix berhasil menjadi solusi inovatif yang mendorong kolaborasi multi-pihak dalam mendukung agenda SDGs. Integrasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media terbukti penting demi keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Model ini dapat direplikasi pada daerah lain sebagai langkah strategis dalam pembangunan pariwisata berbasis komunitas dan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Edison, N. Masruchin, F, & Bintarjo, B. (2024). Strategi Model Pengembangan Wisata Batas Kampung Menjadi Agrowisata Lokal Di Surabaya. Media Matrasain, 21(2), 29–39.

Ekel, A. F. (2020). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berbasis Agrowisata Di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Administrasi Publik, 6(92).

Litbang, B. O. S. (2020). Kajian Pengembangan Agrowisata Kabupaten Oku Selatan Tahun 2020.

Pugra, I. W., Oka, I. M. D., & Suparta, I. K. (2021). Kolaborasi Pentahelix Untuk Pengembangan Desa Timpag Menuju Desa Wisata Berbasis Green Tourism. Bhakti Persada, 7(2), 111–120. Https://Doi.Org/10.31940/Bp.V7i2.111-120

Purnomo, A. K., Rukmana, A. R., Ikhram, F., & Karamang, E. (2023). Sarasehan Kewirausahaan Melalui Helix Models Di Desa Ciluncat Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 4(5), 9796-9801. Https://Doi.Org/10.31004/Cdj.V4i5.19109, 4(2), 1738–1743.

R Rukmana, A., & Kurniawan Purnomo, A. (2023). Analisis Potensi Pengembangan Wisata Halal Sebagai Lapangan Baru Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Kendan Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. Remik, 7(2), 907–914. Https://Doi.Org/10.33395/Remik.V7i2.12251

Rosardi, R. G. (2020). Model Pentahelix Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Batang Jawa Tengah. Ristek : Jurnal Riset, Inovasi Dan Teknologi Kabupaten Batang, 4(2), 7–17.

Simanjuntak, L., Satya, L. ., Braggi, M. C., & Kitorang, K. (2024). Analisis Kolaborasi Penta-Helix Dalam Implementasi Sustainable Development Goals Pada Program Desa Berdaya-Taman Inspirasi Waibu. Jurnal Ekonomika, 13(1), 100–111.

Situmorang, M., & Suryawan, I. B. (2018). Tinjauan Potensi Agrowisata Di Kawasan Bedugul. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(1), 160. Https://Doi.Org/10.24843/Jdepar.2017.V05.I01.P29

Vera, Y. (2019). Pengembangan Pariwisata Berbasis Agrowisata Melalui Penguatan Peran Kelompok Wanita Tani (Studi Di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan (Administratio), 10(1), 252–271.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Purnomo, A. K. ., Banowati, L., Susilawati, E., Mulyati , B., Dwinanda, D. ., B, M. M. B. ., H, K. R. F. ., Nurraga, D., Hutapea, G. H. ., Margaretha, R. ., Sari, U. K. ., & Dwitasari, A. T. . (2025). Agrowisata Berkelanjutan Dengan Konsep Pentahelix untuk Mendukung Kegiatan Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Abdidas, 6(3), 313 - 321. https://doi.org/10.31004/abdidas.v6i3.1168

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)